Old Browser Detected

Sorry, our site is not supporting your browser.
Please upgrade your browser or use other modern browsers.

Arkeolog Bersatulah

Selamat datang di website resmi Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI).

KESATUAN DAN KERAGAMAN

PERTEMUAN ILMIAH ARKEOLOGI XV DAN KONGRES IAAI TAHUN 2020

Yogyakarta, 22-25 November 2020       Rencana Kegiatan

Merawat Kebinekaan, Merawat Identitas

Hari Purbakala ke-105 telah sukses dilaksanakan dengan beberapa mata acara.

Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) adalah sebuah organisasi berstatus Perkumpulan yang awalnya menjadi payung lulusan program studi Arkeologi dari sejumlah Universitas di Indonesia. Kini IAAI adalah organisasi profesi yang bersifat terbuka dan juga menerima lulusan non-arkeologi yang bekerja pada instansi Arkeologi atau aktif membantu pekerjaan Arkeologi. Kesepakatan mendirikan IAAI dimulai dari tahun 60’an hingga akhirnya dicapai kesepakatan untuk membentuk Studi Klub Arkeologi yang menjadi cikal bakal IAAI di 4 Februari 1976. R.P Soejono terpilih sebagai ketua umum pertama IAAI. Hingga 2017, jumlah anggota IAAI terdaftar lebih dari 800 anggota, membentuk komunitas penghimpun tenaga profesi dan tenaga ahli Arkeologi Indonesia.  Pada kepengurusan pertama itu dibentuk empat Komisariat Daerah (Komda), yaitu Komda Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi.

Selengkapnya


SELAMAT HARI ULANG TAHUN PURBAKALA

14 JUNI 1913 - 14 JUNI 2020

WEBinar


Agenda Rutin: Program & Kegiatan

kongres IAAI
© IAAI

Kongres IAAI

Kongres IAAI adalah forum keilmiahan tertinggi dalam bidang Arkeologi di Indonesia yang menuangkan usul kebijakan bagi pemerintah dari komunitas Arkeologi Indonesia yang berasal dari berbagai unsur di masyarakat. Kongres ini biasanya dilakukan bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Arkeologi. Di dalam Kongres IAAI juga dibahas mengenai persoalan-persoalan organisasi, penyesuaian dengan perundang-undangan yang baru, kode etik dan kerjasama antar jaringan pelestari.

Kongres IAAI dan PIA paling mutakhir


© IAAI

Pelantikan Ketua IAAI 2017 - 2020

Ketua umum IAAI dipilih setiap tiga tahun sekali dengan syarat:

  1. Diusulkan oleh kongres
  2. Harus hadir dalam kongres
  3. Telah menjadi anggota IAAI selama sepuluh tahun
  4. Pernah menjadi pengurus IAAI pusat atau komda
  5. Berdomisili di Jabodetabek


© IAAI

Pertemuan Ilmiah Arkeologi

Pertemuan Ilmiah Arkeologi (PIA) adalah kegiatan yang dilakukan 3 tahun sekali oleh IAAI dengan mengundang para penggiat Arkeologi dan bidang terkait untuk mempresentasikan hasil studi keilmiahan, ide dan buah pikiran yang disusun berdasarkan tema yang ditetapkan, Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja yang dapat mengirimkan abstrak karya ilmiah mereka untuk melalui proses seleksi oleh penyelanggara.


© http://disbudpar.jatimprov.go.id/read/umum/diskusi-ilmiah-arkeologi

Diskusi Ilmiah Arkeologi

Diskusi Ilmiah Arkeologi (DIA) adalah kegiatan diskusi ilmiah yang dilaksanakan oleh IAAI daerah yang diperuntukkan untuk anggota IAAI. Setiap anggota IAAI diundang untuk mempresentasikan makalah setelah melalui proses seleksi abstrak sesuai dengan tema yang ditetapkan oleh penyelenggara. Penyelenggaraan DIA tiap tahunnya diumumkan kepada para anggota IAAI melalui surat resmi, via email, dan website. Silakan cek website dan media komunikasi komunitas Arkeologi untuk mengetahui berita termutakhir mengenai program DIA yang akan datang.


© IAAI

Hari Purbakala

Hari Purbakala Indonesia adalah perayaan lahirnya lembaga kepurbakalaan yang pertama, yaitu Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indie (Dinas Purbakala) di 14 Juni 1913. Kepala jawatan yang pertama adalah N.J. Krom (1913-1916) yang kemudian digantikan oleh F.D.K. Bosch (1916-1936) dan kemudian W.F. Stutterheim (1936-1942). Selepas masa kevakuman kepemimpinan di masa pendudukan Jepang, H.R van Romondt sempat ditunjuk menjadi kepala semantera sebelum pada 1947 A.J. Bernet Kempers menjadi kepala jawatan resmi. Baru pada 1953, R. Soekmono menjadi orang Indonesia pertama yang memimpin lembaga ini. Soekmono adalah satu dari dua arkeolog Indonesia pertama yang melalui pendidikan resmi dan pelatihan menjadi Arkeolog, rekan seangkatannya adalah Satyawati Sulaiman. Dinas ini menjadi cikal bakal dari bagian pengurusan kepurbakalaan yang kini termasuk di dalam tanggung jawab Direktorat Jenderal Kebudayaan di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya

Seminar: Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat
© https://purwakala105.wordpress.com/newsevents/

Seminar: Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat

"Ini adalah respons IAAI atas terjadinya berbagai bencana kebakaran di bangunan-bangunan cagar budaya dan rumah adat. Apa yang terjadi sangat memprihatinkan," (Wiwin Djuwita Ramelan, ketua IAAI Jakarta, Kamis, 5 April 2018)

Liputan Kegiatan Seminar Kebinekaan


Event Mendatang

PERTEMUAN ILMIAH ARKEOLOGI XV DAN KONGRES IAAI TAHUN 2020

Yogyakarta, 22-25 November 2020       Rencana Kegiatan