PROGRAM dan KEGIATAN

PERINGATAN HARI PURBAKALA KE-105 TAHUN

(14 JUNI 1913 - 14 JUNI 2018)

A. PENGANTAR

Di dalam dunia arkeologi Indonesia, salah satu peristiwa yang diperingati setiap tahun adalah hari purbakala yang jatuh pada tanggal 14 Juni. Dasar penentuan tanggal 14 Juni 1913, adalah peristiwa ketika Oudheidkundige Diens (Dinas Purbakala) secara resmi didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda untuk menggantikan badan sementara yang dibentuk tahun 1901 dengan nama Commissie in Nederlandsche-India voor oudheidkundig op Java en Madoera. Lembaga purbakala pada awal berdirinya mengerjakan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi pelestarian peninggalan purbakala dan fungsi penelitian arkeologi. Dua fungsi tersebut sekarang dipecah menjadi dua, yaitu fungsi pelestarian oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman dan fungsi penelitian oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Apa yang sesungguhnya kita peringati adalah peristiwa penting tentang lahirnya lembaga induk di bidang kepurbakalaan yang menjadi akar dari eksistensi lembaga yang menjalankan fungsi sama pada saat ini yang diikuti oleh perkembangan ilmu arkeologi di universitas-universitas. Dihitung dari awal berdirinya, pada tahun 2018 ini lembaga purbakala telah berdiri selama 105 tahun.

Sejak tahun 2018 ini peringatan Hari Purbakala tidak lagi hanya menekankan aspek seremonialnya saja, tetapi juga melakukan upaya kampanye kepurbakalaan. Melalui peringatan Hari Purbakala, hasil-hasil riset, pelestarian, dan pengembangan ilmu arkeologi akan diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, di antaranya orasi ilmiah, seminar nasional, peluncuran buku, pameran, talk show, lomba logo, pemutaran film dan penyebaran informasi melalui media sosial. Peringatan ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2018. Melalui kampanye tersebut diharapkan masyarakat luas semakin memahami arti peninggalan purbakala sebagai bukti fisik yang menjadikan jati diri bangsa Indonesia seperti sekarang. Kesadaran ini akan mendorong masyarakat mencintai warisan budayanya sendiri sehingga dapat mendorong kesadaran untuk ikut merawatnya.

Penyelenggaraan peringatan HUT Purbakala 2018 merupakan kerja sama Diretorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (DPCBM), Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Pusat (IAAI), Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) di tingkat pusat sedangkan di tingkat daerah kerja sama Balai-balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Komda-komda IAAI, dan Balai Arkeologi (Balar). Tentu saja peringatan ini akan didukung oleh lembaga arkeologi terkait, yaitu Departemen-departemen Arkeologi UI, UGM, UDAYANA, UNHAS, UNJA, dan UHO, serta museum-museum. Dalam penyelenggaraannya, yang menjadi koordinator adalah panitia gabungan Dit PCBM, IAAI, dan Puslitarkenas.

B. TEMA: “MERAWAT KEBINEKAAN MERAWAT IDENTITAS”.  

Pekerjaan pelestarian cagar budaya bukanlah semata-mata melindungi monumen masa lampau untuk kepentingan sejarah atau nostalgia tentang zaman keemasan yang sudah lewat. Demikian pula kegiatan penelitian arkeogi bukan semata-mata merupakan pekerjaan ilmiah atau hobi yang hanya penting bagi para peneliti arkeologi. Hasil-hasil kegiatan oleh para ahli pelestari maupun para ahli arkeologi yang dilakukan melalui eksplorasi atau pelacakan di lapangan, riset di laboratorium dan di belakang meja, serta konservasi yang telah berlangsung selama lebih satu abad telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat beraneka ragam, baik yang mewakili zaman maupun kelompok etnis dan ras yang berbeda-beda. Bukti tersebut menegaskan bahwa berbagai kelompok komunitas yang tinggal di wilayah Nusantara memiliki kemampuan kreatif yang luar biasa dalam menghadapi pergaulan antarbangsa. Itulah kebinekaan kita, itulah identitas kita.

Kita harus menyadari bahwa kekayaan warisan budaya yang tidak dapat tergantikan itu juga memiliki potensi untuk hancur atau punah karena faktor alam maupun faktor manusia. Ketidakpahaman, kepentingan sesaat, ketidakwaspadaan, atau ketidakpedulian dapat menyebabkan cagar budaya tidak dapat diselamatkan. Oleh karena itu tema yang dipilih ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan kepada semua pemangku kepentingan agar mereka semua memiliki kepedulian untuk merawatnya.

  1. Lomba Logo HUT Purbakala Ke-05
  2. Pemilihan tokoh arkeologi
  3. Pemilihan komunitas budaya
  4. Lomba Menulis “Aku dan purbakala” untuk komunitas
  5. Lomba Menulis tentang toponimi untuk komunitas
  6. Pagelaran Musik Klasik dalam rangka pengumpulan dana kegiatan IAAI
  7. Pesta Gebyar HUT Purbakala
  8. Talk show dan pameran komunitas budaya Jabodetabek
  9. Seminar Nasional dan Peluncuran Buku PIA 2017
  10. Pameran Komda Jabodetabek
  11. Pameran di daerah
  12. Diskusi atau seminar di daerah
  13. Pameran di Museum-museum di Jakarta
  14. Acara mahasiswa Arkeologi: PIAMI

 

KEGIATAN HUT HARI PURBAKALA ke-105

Lomba mendesain logo peringatan hari Purbakala ke-105

Lomba ditawarkan kepada mahasiswa arkeologi di enam universitas. Desain yang terpilih akan dijadikan logo pelaksanaan setiap acara dalam rangka HUT Purbakala Ke-105. Pemilihan dikoordinasi oleh panitia pusat.

Penerbitan Buku

 Kumpulan karangan hasil Pertemuan Ilmiah Arkeologi (PIA) yang diselenggarakan oleh IAAI di Bogor pada bulan Juli 2017. Sesuai isinya, judul buku adalah Warisan Budaya Maritim Nusantara.

Penghargaan tokoh arkeologi

Sebagai asosiasi profesi yang telah berusia 42 tahun, IAAI memandang perlu untuk memberikan penghargaan kepada anggotanya sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa dan dedikasinya selama bekerja di dunia arkeologi. Penghargaan diberikan seumur hidup. Pemilihan dikoordinasi oleh panitia pusat

Penghargaan 10 komunitas budaya

Komunitas budaya yang diberi penghargaan adalah yang memiliki dedikasi tinggi dan berjasa dalam pelestarian cagar budaya. Dari 10 wilayah Komda akan dipilih satu komunitas budaya yang paling memenuhi kriteria. Pemilihan calon komunitas dan penentuan pemenang dilakukan oleh panitia seleksi daerah BPCB, Komda IAAI, dan Balar. Panitia seleksi pusat hanya menerima keputusan final satu komunitas budaya dari masing-masing panitia seleksi daerah. Komunitas penerima anugerah berjumlah 10

Pesta Peringatan Hari Ulang Tahun Purbakala Ke-105

Sebagai acara utama, kegiatan yang seharusnya berlangsung pada 14 Juni 2018 diundur menjadi tanggal 21 Juli 2018. Direncanakan lokasi kegiatan dipusatkan di Ruang Auditorium Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat

Lomba Menulis “Aku dan Purbakala" untuk komunitas budaya

Lomba menulis “Aku dan Purbakala“ ditujukan kepada komunitas-komunitas budaya yang dikoordinasi oleh Komunitas Luar Kotak. Pemenang berjumlah lima penulis.

Lomba toponimi untuk komunitas budaya

Lomba menulis toponimi ditujukan kepada komunitas-komunitas budaya yang dikoordinasi oleh Komunitas Luar Kotak. Pemenang berjumlah lima penulis.

Seminar Nasional dan Peluncuran Buku PIA 2017

Kegiatan ini akan diselenggarakan sekaligus pada 28 September 2018 di Gedung Museum Nasional Indonesia. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh panitia pusat

Talk show dan Pameran Komunitas Budaya

Acara ini memberi ruang kepada komunias budaya yang ada di Jakarta untuk memamerkan hasil kerja yang terkait dengan pelestarian cagar budaya. Talk show akan menampilkan para pembicara dari komunitas budaya. Acara ini akan dikoordinasi oleh panitia Komda Jabodetabek dengan melibatkan panitia pengarah dari IAAI Pusat.

Pameran Arkeologi dan Diskusi atau Seminar Arkeologi di daerah-daerah

Kegiatan ini dilakukan atas kerja sama BPCB, Komda-komda IAAI, dan Balar. Pameran dilakukan dalam kerangka waktu peringatan HUT Purbakala 2018. Panitia daerah diberi kebebasan untuk memilih kegiatan diskusi atau seminar namun dengan tetap disesuaikan dengan tema yang diusung secara nasional, yaitu “Merawat Kebinekaan Merawat Identitas”. Diharapkan materi pameran akan menampilkan karakteristik daerahnya masing-masing dengan menonjolkan kearifan lokalnya dalam pelestarian cagar budaya. Waktu dan tempatnya ditentukan sendiri oleh komda-komda yang bersangkutan

Ajakan partisipasi pameran oleh museum-museum negeri atau swasta

Pameran bersama yang dapat dilakukan oleh museum-museum sifatnya ajakan. Kegiatan ajakan pameran bersama akan dikoordinasi oleh panitia pusat. Pengelola museum akan diminta menyampaikan rencana kegiatan yang dapat dikaitkan dengan HUT Purbakala Ke-105 agar dapat dimasukkan ke dalam Callendar of Event yang dimuat dalam website IAAI.

Kerja sama dengan mahasiswa arkeologi FIB UI dalam acara PIAMI

Pertemuan Ilmiah Arkeologi Mahasiswa Indonesia (PIAMI) merupakan ajang diskusi para mahasiswa arkeologi seluruh Indonesia. Acara PIAMI diselenggarakan secara berkala. Tahun 2018 yang menjadi tuan rumah adalah mahasiswa arkeologi UI yang akan diselenggarakan pada bulan November 2018. Dalam acara ini, panitia mahasiswa akan juga mengaitkannya dengan perayaan Purbakala Ke-105 dan turut serta ikut mempromosikan seluruh acara yang diselenggarakan oleh Panitia HUT Purbakala Ke-105.