Old Browser Detected

Sorry, our site is not supporting your browser.
Please upgrade your browser or use other modern browsers.

Program & Kegiatan

Program IAAI

Program kerja IAAI melingkupi dua tujuan yaitu:

  1. Pengembangan Ilmu arkeologi dan ilmu-ilmu terkait, manajemen warisan budaya, dan studi museum serta manfaatnya baik bagi masyarakat maupun bagi penentu kebijakan pemerintah.
  2. Peningkatan profesionalisme anggota.

 

Kegiatan IAAI

Sejak didirikan hingga saat ini, kepengurusan IAAI dan segenap anggotanya telah melaksanakan berbagai
kegiatan dan menghasilkan berbagai karya, yaitu:

1. Kongres IAAI
Kongres merupakan kegiatan internal yang secara teratur telah dilakukan sejak tahun 1976 hingga 2017. Kegiatan ini adalah wadah pertemuan seluruh anggota untuk mengevaluasi kegiatan organisasi, membahas program kerja, serta memilih pengurus Pusat dan Komda yang baru.

2. Pertemuan Ilmiah Arkeologi (PIA)
PIA dilaksanakan bersamaan dengan berlangsungnya Kongres setiap tiga tahun sekali. Peserta PIA adalah seluruh anggota dan para ahli non anggota yang dapat berpartisipasi mempresentasikan hasil-hasil penelitian termutakhir, baik peneliti daru Indonesia maupun para peneliti asing. PIA menjadi barometer untuk mengukur sejauh mana kemajuan yang dicapai dunia arkeologi Indonesia dan IAAI sebagai organisasi profesi dalam mencapai visi dan pelaksanaan misinya. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak 14 kali, yaitu sejak tahun 1976 hingga 2017, yang dilaksanakan pada tanggal 24 – 27 Juli 2017 di Bogor, Jawa Barat.

3. Diskusi Ilmiah Arkeologi (DIA)
DIA merupakan program pokok Komda. DIA membahas hasil penelitian mutakhir yang telah dilakukan oleh anggota dalam lingkup komdanya. Pelaksanaan DIA sudah dimulai sejak tahun 1984 dan hingga saat ini sudah dilakukan lebih dari 25 kali

4. Pameran
Kegiatan pameran merupakan salah satu bentuk penyebarluasan informasi terkini mengenai hasil-hasil penelitian arkeologi kepada masyarakat luas, sekaligus sebagai sarana kampanye pelestarian. Diharapkan melalui cara ini masyarakat dapat berpartisipasi lebih aktif dalam melestarikan warisan budayanya.

5. Pelatihan dan Lokakarya
IAAI menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan lokakarya. Pelatihan yang dilakukan misalnya IFSA (Indonesian Fieldschool of Acrhaeology) yang bekerja sama dengan The Ford Foundation Jakarta dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

6. Seminar
Sebagai salah satu upaya untuk mengomunikasikan nilai-nilai kemasalaluan sekaligus memberikan pandangan terhadap kenyataan sekarang dan tantangan di masa depan, IAAI secara rutin setiap tahun menyelenggarakan seminar baik nasional maupun internasional. Hasil seminar ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi masyarakat serta pemajuan kebudayaan Indonesia.

7. Publikasi
Telah diterbitkan buku ilmiah, semi ilmiah, maupun populer serta jurnal yang telah disebarluaskan ke beberapa perpustakaan, baik di Indonesia maupun di negara-negara Eropa, Timur Tengah, Australia dan Amerika Serikat.

8. Peran aktif pelestarian warisan budaya,
baik benda maupun tak benda. Salah satunya melalui pernyataan sikap dan kampanye-kampanye pelestarian.

9. Kegiatan sosial kemasyarakatan,
misalnya melalui donor darah dan donasi bencana.