Old Browser Detected

Sorry, our site is not supporting your browser.
Please upgrade your browser or use other modern browsers.

Orasi Ilmiah: Tantangan Arkeologi dan Pelestarian Cagar Budaya dalam Menghadapi Permasalahan Identitas Kebangsaan

Program ini diisi oleh Dr. Daud Aris Tanudirjo yang akan menyampaikan orasi ilmiah dengan topik: Tantangan Arkeologi dan Pelestarian Cagar Budaya dalam Menghadapi Permasalahan Identitas Kebangsaan.

Unduh Teks Orasi Ilmiah

 

Dr. Daud Aris Tanudirdjo

Lahir di Klaten, 24 Juli 1959. Saat ini menjadi pengajar dan peneliti di Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (sejak dari tahun 1986). Gelar sarjana arkeologi (doctorandus) diperoleh dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1985. Setelah itu, menyelesaikan pendidikan Master of Arts (1991) dan PhD (2002) di The Australian National University, Canberra, Australia. Bidang kajian yang diminati termasuk Arkeologi Indonesia dan Asia Tenggara – Pasifik, Arkeologi Austronesia, serta Teori dan Metode Arkeologi. Selain mengajar dan meneliti di bidang arkeologi, juga melakukan berbagai kegiatan kajian dan pengembangan Manajemen Sumberdaya Budaya dan Permuseuman.

Karya tulisnya diterbitkan di berbagai publikasi ilmiah maupun popular di dalam dan luar negeri. Giat melakukan penelitian kemitraan dengan sejumlah pakar internasional (collaborative research) baik di Indonesia, Filipina, Taiwan, maupun Australia. Beberapa kali diundang untuk memberikan kuliah umum di lembaga akademik di dalam dan luar negeri (US, Taiwan, Filipina, Belgia) serta menjadi anggota delegasi Indonesia dalam beberapa kali pertemuan Asia-Europe Ministry Forum (Kualalumpur), Asemus (Perancis), dan Asia-link EU (Frankfurt). Ikut merancang dan menata pameran maupun pengelolaan di beberapa museum di Indonesia.

Menjadi anggota Ikatan Ahli Arkeologi mulai tahun 1987. Sejak 1991 menjadi anggota dan mengikuti berbagai kegiatan Indo-Pacific Prehistory Association dan World Archaeological Congress. Tahun 1992 menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk menghadiri perdebatan Teori Arkeologi (Processual vs Post-Processual Archaeology) yang diselenggarakan oleh Theoretical Archaeology Group dan World Archaeology Congress di Southampton. Beberapa kali melakukan Cultural Heritage Assesment untuk perusahan tambang multinasional antara lain di Weda Halmahera (2010, Eramet) dan tambang di Blok Elang, Sumbawa (2013 – 2014, Newmont). Pernah menjadi Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (2014 – 2016) dan Assesor Ahli Cagar Budaya Nasional (2014 – 2017). Sejak tahun 2015 menjadi technical expert in cultural heritage Indonesia dalam World Heritage Committee UNESCO hingga saat ini. 2017 – 2018 menjadi kurator Pameran Ancestors and Rituals di Bozar, Belgia, dalam rangka Europalia Arts Festival.

Dokumentasi Penelitian Dr. Daud Aris Tanudirdjo

Bersama pengrajin tenun serat “hemp” ketika kunjungan dengan delegasi WHC UNESCO ke Situs Warisan Dunia Kernave di Lithuania (2006).

Sebagai anggota peneliti dalam Collaborative Research antara Australian National University dan National Museum of the Philippines ketika penggalian arkeologis di Situs Anaro, Kepulauan Batanes, Filipina (2004).

Bersama tim penggalian arkeologis di Situs Siayan, Pulau Ditarem, Kepulauan Batanes Filipina dalam rangka Collaborative Research antara Australian National University dan National Museum of the Philippines (2006).

Penggalian arkeologis di situs kubur tempayan di Lembah Bada (2012) bersama Tim Pusat Arkeologi Nasional.

Sebagai anggota delegasi Indonesia (technical expert cultural heritage) dalam sidang UNESCO WHC ke-40 di Istanbul, Turki (2016).

Penggalian di Pulau Banda dalam rangka Archaeology Fieldschool bersama mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, University of Washington Seattle, dan beberapa perwakilan mahasiswa ASEAN lainnya (2009).

Penggalian arkeologis di Gua Torongan, Pulau Itbayat, Kepulauan Batanes Filipina bersama tim Collaborative Research antara Australian National University dan National Museum of the Philippines (2006).

Melakukan survey dalam rangka archaeological assessment di Blok Elang (Dodo) pertambangan Newmont di Sumbawa (2013).

Peninjauan ke situs kubur manusia Austronesia tertua (Liangdao man, sekitar 8.000 BP) di Pulau Matsu, Taiwan. Latar belakang adalah sisa penggalian arkeologis tempat kerangka manusia Liangdao ditemukan (2014).

Memberikan kuliah umum di Vrije Universiteit Brussels (2018)